Masyarakat Multikultur Indonesia - LPPMD Unpad

Sabtu, 19 April 2014

Masyarakat Multikultur Indonesia



Oleh: Rifki Syarani Fachry
Secara etimologis multicultural terdiri dari dua kata, “multi” dan “kultur”, “multi” yang berarti banyak dan “kultur” yang berarti budaya, jadi masyarakat multikultur bisa diartikan sebagai masyarakat yang memiliki budaya yang beragam, atau juga suatu masyarakat yang  terdiri dari beberapa macam komunitas budaya dengan segala perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu system arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaannya. Menurut seorang Antropolog Amerika, Clifford Gertz, masyarakat multicultural adalah masyarakat yang terbagi dalam sub-sub system yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing sub system memiliki ikatan primordial. Multikulturalisme secara sosial budaya berarti menempatkan semua pembicaraan tentang suku bangsa pada suatu tingkatan yang sederajat, termasuk didalamnya sifat penolakan kefanatikan, rasisme, dan pengucilan budaya tradisional, jadi dapat diasumsikan masyarakat multicultural adalah masyarakat yang menunjukan dirinya sebagai masyarakat pluralisme.
Di Indonesia sendiri keberagaman terjadi secara alami, yang Nampak jelas adalah karena letak geografis, ada juga hal lain seperti iklim, pembangunan dan pengaruh-pengaruh budaya asing yang membuat Indonesia menjadi beragam, sehingga kemudian ada pertanyaan menarik tentang masyarakat multikultur di Indonesia.
“apakah keuntungan masyarakat multicultural terhadap pembangunan di Indonesia?”
Masyarakat multikultural Indonesia, dari berbagai budaya yang ada, serta potensi dari tiap-tiap budaya itu sebetulnya sangat bisa untuk didayagunakan bagi pembangunan bangsa, untuk itu tiap-tiap keberagaman budaya harusnya dapat dilihat sebagai sebuah Aset Negara, bukan lantas keberagaman itu diasumsikan sebagai sebuah hambatan pembangunan, melainkan sebagai alat pembangunan bangsa, untuk itu perlu sekali adanya penjagaan kearifan budaya lokal dengan pendayagunaan kualitas budaya yang lebih baik. Di dalam konsep masyarakat multikultural di Indonesia adahal yang menggaris bawahi semua keberagaman masyarakat, yaitu konsep Bhineka Tunggal Ika yang menjadi suatu wujud adanya kedaulatan Nasional sehingga menjadi pemersatu budaya dan menjadi budaya Nasional. Lalu akan dikemas seperti apa budaya-budaya Indonesia?  Itu semua tergantung bagaimana pemerintah Indonesia memahami konsepsi tentang keberagaman.
Jika ditanya pendapat tentang:
“apa multicultural dapat diterapkan pada masyarakat Indonesia?”
Secara alami pertanyaan ini telah dijawab oleh alam semesta, latek geografis Indonesia yang berpulau-pulau hingga membentuk berbagai jenis masyarakat dan kebudayaan-kebudayaan,  sesungguhnya komposisi masyarakat Indonesia secara konsep telah sangat heterogen, yang diasumsikan banyak orang sebagai bentuk multikultural, namun jika dilihat kembali realitasnya masyarakat Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai masyarakat multukultural, ini di indikasikan dengan adanya beberapahal, diantaranyaadalah:
1.      Masih adanya dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya.
2.      Struktursosial lebih menguntungkan pihak yang mendominasi.
Beberapa hal diatas adalah contoh bahwa seseungguhnya Indonesia hanya Negara dengan masyarakat multikultural semu. Multikultural bukanhanya dilihat dari heterogennya suatu masyarakat tapi dilihat juga konsep mereka dalam hidup berdampingan, saling menghargai, menjungjung pluralisme, anti rasis dan mengutuk setiap tindakan pengucilan budaya. Sedikit orang yang paham betul tentang masyarakat multicultural ini, namun semoga dengan adanya tulisan ini pemahaman tentang konsepsi khalayak umum terhadap masyarakat multicultural lebih  kaya dan semoga ditahun mendatang Indonesia pempunyai pemerintahan dengan pengelolaan manajemen budaya sehingga terciptalah pendayagunaan keberagaman budaya yang unggul, semoga.

Tidak ada komentar: