Untuk kawanku, Bung Aldo! (Sebuah Sapaan Hangat) - LPPMD Unpad

Minggu, 14 Juni 2015

Untuk kawanku, Bung Aldo! (Sebuah Sapaan Hangat)

Oleh: Difa Ghiblartar, mahasiswa Ilmu Hukum UNPAD 2013, kader LPPMD


Salam Pembebasan !

Sebab manusia adalah Homo actor mundi, menjadi aktor yang 
merajut jalan sejarahnya sendiri, maka sudah sepantasnya untuk 
mencintai takdir kita. Amor fati!

Mungkin, kalimat amor fati bukanlah hal yang asing bagi jiwamu. 
Dan amor fati juga bukan tempat pelarian dari ketidak-mampuan 
untuk mengatakan "YA" pada kehidupan. Itu tidaklah seperti 
kalimat "It's ok" yang sering diucapkan orang untuk menutupi 
rasa sakitnya, yang Derrida maksud sebagai contradictory coherence.

Takdir, terkadang hal itu terdengar begitu menyebalkan apabila 
ia berasal dari luar kesadaranku. Sama menyebalkannya ketika 
terpaksa bertindak rasional dan akibatnya hal itu mampu 
menegasikan diriku sendiri, hasratku. - Aku harap kamu mengerti.

Ya, aku harap kamu mengerti! kenapa aku selalu mengelak bila 
ada orang yang memintaku untuk menulis. Dan itu hal yang 
sulit. Lebih sulit dari pada untuk memahami apakah kata yang 
keluar dari mulutku ini sesuai dengan yang dikehendaki oleh 
diriku sendiri, sesuai dengan kesadaranku, sesuai dengan apa 
yang tadinya aku maksudkan.

Aku paham, salah satu cara untuk merajut jalan sejarah manusia 
ialah dengan tulisan. Namun bukankah Nietzsche begitu 
mencintai orang yang menulis dengan darahnya sendiri? Ya, aku 
pun ingin menulis dengan darahku. Jiwaku masuk kedalam relung 
kata-kata. Hasratku menari-nari di sela-sela huruf. Dan 

Akhirnya aku pun tak melihat diriku sendiri, selain berwujud 
tulisan. Berhentilah mengatakan subjektivitas Kawan! biarkan 
aku hidup dan membiarkan hidup.

Namun, kamu tak perlu khawatir apabila dalam diriku sudah tak 
tersisa lagi semangat pembebasan. Aku paham. Meskipun, terlalu
banyak pertanyaan eksistensialis yang menjeratku dan juga 
kesemerawutan ontologis yang aku hadapi. Percayalah, semangat 
pembebasan itu masih ada.

Saat ini pun aku masih berjuang untuk kebebasan bagi 
diriku sendiri. karena aku percaya, perjuangan pembebasan itu 
tidak hanya bertujuan untuk kebebasan yang berada diluar 
dirinya sendiri, seperti; ekonomi, politik ataupun budaya, 
tetapi juga kebebasan dalam dirinya sendiri.

Tidak ada komentar: