Press Release Diskusi Kurikulum I: Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial - LPPMD Unpad

Jumat, 16 Maret 2018

Press Release Diskusi Kurikulum I: Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial


Lembaga Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat Demokratis (LPPMD) Unpad menggelar diskusi kurikulum untuk kader-kader LPPMD dalam tahun kepengurusan 2017/2018 pada Kamis (15/3). Diskusi kurikulum yang bertemakan ‘Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial’ dipantik oleh Davin Ramon, mahasiswa Sosiologi FISIP Unpad dan Dicky Ermandara, staff pengajar Antropologi FISIP Unpad.
Menurut Aditya Fathurrahman, Kepala Divisi Pendidikan LPPMD, diskusi ini diadakan untuk memperkuat pengetahuan kader akan dasar-dasar perjuangan LPPMD Unpad. Selain itu, diskusi ini juga merupakan upaya membiasakan budaya diskusi terbuka dalam forum yang menjadi ciri khas dari kader LPPMD.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, diskusi kali ini diadakan dua kali dalam sebulan. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kurikulum dan tema besar yang dirancang oleh LPPMD. “Kami mengambil tema ‘Mempertanyakan Pembangunan’ sehingga butuh penyesuaian kurikulum,” jelas Fathur.
Diskusi yang diadakan di Sekretariat LPPMD, UKM Barat, Kampus Unpad Jatinangor tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas pengetahuan dasar dan pengantar sosiologi yang dipantik oleh Davin. Pada sesi ini, Davin membahas kedudukan dan posisi sosiologi sebagai ilmu, hingga definisi terkait sistem dan struktur sosial.
Menurut Davin, seringkali terjadi perdebatan tentang mazhab dan perspektif yang semestinya digunakan dalam memandang Sosiologi. Namun, pengkajian sosiologi tidak bisa disempitkan antara perspektif struktural fungsional atau perspektif konflik karena sosiologi pada hakikatnya adalah ilmu yang sangat abstrak dan mampu dikaji dari perspektif manapun. Hal ini akan membuat Sosiologi menemukan perspektif kebenarannya tersendiri. Dalam hakikatnya juga, sosiologi dipandang sebagai Interaksi sosial yang selalu ada dalam kelompok sosial selalu menggunakan simbol untuk berkomunikasi, di mana simbol yang abstrak tersebut terkristal lagi menjadi berbagai jenis seperti bahasa, gestur, dan isyarat lainnya.
Pada sesi kedua, diskusi dilanjutkan dengan pembahasan perubahan sosial yang dibawakan oleh Dicky. Sesi ini sendiri dipantik lewat sebuah esai berjudul ‘Kapitalisme dan Perubahan Sosial: Relasi Struktur dan Agen’. Dalam esai tersebut, Dicky menjelaskan perihal sumbangsih Marx sebagai ‘ahli kapitalisme’ dalam melihat sejarah dan ekonomi politik dalam menyikapi perubahan sosial. Dalam pandangan Dicky, Marx membagi realitas ke dalam tiga poin penting yakni Suprastruktur, Produksi Sosial, dan Tenaga Produktif.
Menurut Dicky, tenaga produktif yang mencakup alam, perkakas, dan tenaga kerja akan selalu berkonflik  dengan hubungan produksi. Dari sinilah akan dimulai era revolusi sosial. “Itu alasan kenapa saya menyebut Marx sebagai ahli revolusi,” papar Dicky.

Pada bagian akhir diskusi, sesi pertanyaan diberikan khusus untuk memberikan ruang atas rasa penasaran anggota LPPMD dan membuka ruang diskusi yang interaktif. Berbagai pertanyaan tidak hanya datang dari peserta diskusi, tetapi juga dari pemantik diskusi. Pertanyaan, tanggapan, dan jawaban yang berlangsung di dalam diskusi berhasil membuat jalannya diskusi yang interaktif.

Tidak ada komentar: