Oleh: Difa Ghiblartar, mahasiswa Ilmu Hukum
UNPAD 2013, kader LPPMD
Salam Pembebasan !
Sebab manusia adalah Homo actor mundi, menjadi aktor
yang
merajut jalan sejarahnya sendiri, maka sudah sepantasnya
untuk
mencintai takdir kita. Amor fati!
Mungkin, kalimat amor fati bukanlah hal yang asing bagi
jiwamu.
Dan amor fati juga bukan tempat pelarian dari
ketidak-mampuan
untuk mengatakan "YA" pada kehidupan. Itu tidaklah
seperti
kalimat "It's ok" yang sering diucapkan orang untuk
menutupi
rasa sakitnya, yang Derrida maksud sebagai contradictory
coherence.
Takdir, terkadang hal itu terdengar begitu menyebalkan
apabila
ia berasal dari luar kesadaranku. Sama menyebalkannya ketika
terpaksa bertindak rasional dan akibatnya hal itu mampu
menegasikan diriku sendiri, hasratku. - Aku harap kamu mengerti.
Ya, aku harap kamu mengerti! kenapa aku selalu mengelak
bila
ada orang yang memintaku untuk menulis. Dan itu hal yang
sulit. Lebih sulit dari pada untuk memahami apakah kata
yang
keluar dari mulutku ini sesuai dengan yang dikehendaki
oleh
diriku sendiri, sesuai dengan kesadaranku, sesuai dengan
apa
yang tadinya aku maksudkan.
Aku paham, salah satu cara untuk merajut jalan sejarah
manusia
ialah dengan tulisan. Namun bukankah Nietzsche begitu
mencintai orang yang menulis dengan darahnya sendiri? Ya,
aku
pun ingin menulis dengan darahku. Jiwaku masuk kedalam
relung
kata-kata. Hasratku menari-nari di sela-sela huruf. Dan
Akhirnya aku pun tak melihat diriku sendiri, selain
berwujud
tulisan. Berhentilah mengatakan subjektivitas Kawan!
biarkan
aku hidup dan membiarkan hidup.
Namun, kamu tak perlu khawatir apabila dalam diriku sudah
tak
tersisa lagi semangat pembebasan. Aku paham. Meskipun, terlalu
banyak pertanyaan eksistensialis yang menjeratku dan
juga
kesemerawutan ontologis yang aku hadapi. Percayalah,
semangat
pembebasan itu masih ada.
Saat ini pun aku masih berjuang untuk kebebasan bagi
diriku sendiri. karena aku percaya, perjuangan pembebasan
itu
tidak hanya bertujuan untuk kebebasan yang berada diluar
dirinya sendiri, seperti; ekonomi, politik ataupun
budaya,
tetapi juga kebebasan dalam dirinya sendiri.