Lembaga
Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat Demokratis (LPPMD) Unpad menggelar diskusi
kurikulum untuk kader-kader LPPMD dalam tahun kepengurusan 2017/2018 pada Kamis
(15/3). Diskusi kurikulum yang bertemakan ‘Pengantar Sosiologi dan Perubahan
Sosial’ dipantik oleh Davin Ramon, mahasiswa Sosiologi FISIP Unpad dan Dicky
Ermandara, staff pengajar Antropologi FISIP Unpad.
Menurut Aditya
Fathurrahman, Kepala Divisi Pendidikan LPPMD, diskusi ini diadakan untuk
memperkuat pengetahuan kader akan dasar-dasar perjuangan LPPMD Unpad. Selain
itu, diskusi ini juga merupakan upaya membiasakan budaya diskusi terbuka dalam
forum yang menjadi ciri khas dari kader LPPMD.
Berbeda dari
tahun-tahun sebelumnya, diskusi kali ini diadakan dua kali dalam sebulan. Hal
ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kurikulum dan tema besar yang
dirancang oleh LPPMD. “Kami mengambil tema ‘Mempertanyakan Pembangunan’
sehingga butuh penyesuaian kurikulum,” jelas Fathur.
Diskusi yang
diadakan di Sekretariat LPPMD, UKM Barat, Kampus Unpad Jatinangor tersebut
dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas pengetahuan dasar dan pengantar
sosiologi yang dipantik oleh Davin. Pada sesi ini, Davin membahas kedudukan dan
posisi sosiologi sebagai ilmu, hingga definisi terkait sistem dan struktur sosial.
Menurut Davin,
seringkali terjadi perdebatan tentang mazhab dan perspektif yang semestinya
digunakan dalam memandang Sosiologi. Namun, pengkajian sosiologi tidak bisa
disempitkan antara perspektif struktural fungsional atau perspektif konflik
karena sosiologi pada hakikatnya adalah ilmu yang sangat abstrak dan mampu
dikaji dari perspektif manapun. Hal ini akan membuat Sosiologi menemukan
perspektif kebenarannya tersendiri. Dalam hakikatnya juga, sosiologi dipandang
sebagai Interaksi sosial yang selalu ada dalam kelompok sosial selalu
menggunakan simbol untuk berkomunikasi, di mana simbol yang abstrak tersebut
terkristal lagi menjadi berbagai jenis seperti bahasa, gestur, dan isyarat
lainnya.
Pada sesi
kedua, diskusi dilanjutkan dengan pembahasan perubahan sosial yang dibawakan
oleh Dicky. Sesi ini sendiri dipantik lewat sebuah esai berjudul ‘Kapitalisme
dan Perubahan Sosial: Relasi Struktur dan Agen’. Dalam esai tersebut, Dicky
menjelaskan perihal sumbangsih Marx sebagai ‘ahli kapitalisme’ dalam melihat
sejarah dan ekonomi politik dalam menyikapi perubahan sosial. Dalam pandangan
Dicky, Marx membagi realitas ke dalam tiga poin penting yakni Suprastruktur, Produksi Sosial, dan Tenaga
Produktif.
Menurut Dicky, tenaga produktif yang mencakup alam, perkakas, dan tenaga kerja
akan selalu berkonflik dengan hubungan
produksi. Dari sinilah akan dimulai era revolusi sosial. “Itu alasan kenapa
saya menyebut Marx sebagai ahli revolusi,” papar Dicky.
Pada bagian
akhir diskusi, sesi pertanyaan diberikan khusus untuk memberikan ruang atas
rasa penasaran anggota LPPMD dan membuka ruang diskusi yang interaktif.
Berbagai pertanyaan tidak hanya datang dari peserta diskusi, tetapi juga dari
pemantik diskusi. Pertanyaan, tanggapan, dan jawaban yang berlangsung di dalam
diskusi berhasil membuat jalannya diskusi yang interaktif.